Dua Predator Anak Ditangkap Polisi Karena Cabuli Korban Hingga Hamil

 

Manis Sejagad – Dua predator anak di Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim), ditangkap polisi karena mencabuli anak-anak di bawah umur. Akibat perbuatan bejat keduanya, seorang korban hamil dan seorang lagi telah melahirkan.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Wahyu Norman Hidayat mengatakan, kedua ‘predator’ anak itu berinisial MR (21), warga Kabuh, Jombang dan IA (24), warga Jogoroto, Jombang. MR telah mancabuli korbannya yang baru berusia 16 tahun hingga hamil 8 bulan.

“Korban tinggal bersama ayahnya. Tersangka kenal dengan korban karena bekerja di sebelah rumah korban,” kata Norman kepada wartawan saat jumpa pers di kantornya, Rabu (2/8/2017).

Peristiwa ini terungkap setelah orang tua korban melapor ke polisi. Dua korbannya masing-masing masih berusia 16 tahun. Satu orang korban telah melahirkan dan seorang lagi sedang hamil tujuh bulan. Pelaku juga diduga telah mencabuli sejumlah anak lain yang masih di bawah umur.

“Petugas menangkap kedua pelaku di rumah masing-masing,” kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Wahyu Norman Hidayat, Rabu (2/8/2017).

Sejak menjalin kasih akhir 2016, lanjut Norman, tersangka beberapa kali mencabuli korban. Namun setelah korban hamil, MR memilih kabur dan enggan bertanggungjawab. Setelah ditelusuri oleh keluarga korban, ternyata tersangka telah beristri dan mempunyai 2 anak.

Baca Juga : Toa Masjid Lupa Dimatikan, Bapak-bapak Gosipin Janda

Baca Juga : PDIP Respons Hary Tanoe Dukung Jokowi di Pilpres 2019

“Modus tersangka agar bisa menyetubuhi korban dengan memberi uang, ponsel dan menjanjikan akan menikahi korban,” ungkapnya.

Mirip dengan modus yang dilakukan MR, kata Norman, IA juga melakukan hal yang sama. Tersangka mengenal korban melalui medsos. Setelah saling bertukar nomor ponsel dan intens berkomunikasi, keduanya menjalin kasih.

Ulah kedua tersangka, menurut Norman, terungkap setelah orang tua para korban melapor ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Jombang. Orang tua korban kesal lantaran anaknya ditelantarkan setelah dihamili oleh kedua tersangka.

“Para tersangka ini bisa dibilang predator anak, masih kami dalami adanya kemungkinan korban lain,” tegasnya.

Predator anak

Kepada petugas, pelaku mengaku mencabuli korban di dua tempat berbeda. Satu korban dicabuli di kuburan sementara satu orang lainnya di sebuah lapangan di Jogoroto. Akibat perbuatannya, kedua tersangka terancam dijerat dengan Undang-Undang tentang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. “Kami masih mendalami dugaan adanya korban-korban lain,” katanya.

 

Tinggalkan Balasan