Jasad Bayi Ditemukan Tewas Membeku di Freezer

Manis Sejagad – Jasad bayi ditemukan membeku di dalam freezer atau kotak pendingin di sebuah tempat pencucian mobil di Tarakan, Kalimantan Utara. Jasad bayi itu diketahui merupakan korban pembunuhan.

Peristiwa itu terjadi pada 3 Juli 2017. Jasad bayi yang telah membeku itu terungkap setelah seorang juru masak di tempat pencucian mobil tersebut melihat seonggok daging berbentuk kaki di dalam freezer tersebut.

Polisi menetapkan Selly, ibu bayi yang ditemukan di dalam freezer, sebagai tersangka pembunuhan. Selly mengaku melahirkan sendiri anaknya di dalam kamar mandi.

“Selly itu tersangka, yang punya anak. Jadi dia hamil kemudian dia punya rumah sendiri. Dia hamil kemudian setelah dia melahirkan sendiri anaknya itu di kamar mandi kemudian dia gunting sendiri dia punya tali pusar,” ucap Kapolda Kaltim Irjen Safaruddin, Kamis (3/8/2017).

“Setelah dilihat meninggal, dia taruh di dalam kulkas di rumahnya,” kata Safaruddin.

Anak itu merupakan hasil hubungan Selly dengan suami sirinya yang memiliki usaha tempat pencucian mobil di Tarakan, Kalimantan Utara. Selly sendiri bekerja sebagai kasir di tempat pencucian mobil itu.

Peristiwa itu terungkap ketika seorang juru masak di tempat pencucian mobil itu, Ilun, menemukan jasad bayi tersebut. Ilun lalu memberitahu suaminya yang juga bekerja di tempat pencucian mobil itu dan melaporkannya ke polisi.

“Kemudian Unit Jatanras (Kejahatan dan Kekerasan) Polres Tarakan mencari Jenny dan menemukannya pada pukul 03.00 Wita. Jenny menjelaskan dia sebatas kenal dan tahu saja dengan tersangka,” ujar Dearystone.

Akhirnya polisi mengkonfrontasi Sally hingga akhirnya dia mengaku membunuh bayi itu dan memasukkannya ke freezer. Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan tim forensik, bayi yang dibunuh Sally berjenis kelamin perempuan.

“Terhadap tersangka, kita kenakan Pasal 340 dan/atau Pasal 341 dan/atau Pasal 342 KUHP dan/atau Pasal 80 (3) juncto 76 c Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” kata Dearystone.


Be the first to comment

Tinggalkan Balasan