Kenalah Tinnitus, Gangguan Pendengaran yang Dihadapi Eric Clapton

Manis Sejagad – Dalam sebuah wawancara dengan BBC Radio 2 beberapa waktu terakhir, musisi Eric Clapton mengungkap hal mengejutkan mengenai kondisi kesehatannya. Ia mengakui mulai kehilangan pendengarannya.

Gitaris legendaris itu menjelaskan tuli yang dialaminya adalah akibat dari tinnitus atau timbulnya suara berdenging di telinganya, umpamanya saat mendengar suara kencang seperti musik rock dari pengeras suara.

Tidak cuma itu, pria yang sudah memijak umur 72 tahun itu menyebutkan saraf di tangannya juga mulai alami kerusakan hingga mempengaruhi kemampuannya bermain gitar.

“Namun saya masih tetap bekerja serta tampil dalam beberapa pertunjukan. Nanti saya juga akan tampil di Hyde Park (London) pada bulan Juli. Hanya satu yang saya khawatirkan yaitu umur saya yang telah 70 tahun dan bagaimana supaya tetap mahir (bermain gitar, red),” tuturnya.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan jurnal Occupational Health and Environmental Medicine di tahun 2014, musisi profesional berisiko empat kali lebih besar untuk mengalami ketulian dibandingkan orang biasa.

Risiko yang angkanya mencapai 57 persen ini berlaku pada musisi dari segala genre, entah itu rock ataupun orkestra.

Baca Juga : Ronaldinho Memutuskan Untuk Gantung Sepatu

Baca Juga : Inilah Tampang Ilham Yang Remas Payudara Karena Iseng !

Menurut tim peneliti dari University of Bremen, University of Oldenburg dan Leibniz Institute for Prevention Research and Epidemiology, ini karena mereka terpapar pada suara kencang lebih sering dibandingkan orang biasa atau bukan musisi.

Temuan ini didasarkan pada pengamatan data klaim asuransi kesehatan dari 7 juta orang Jerman. Meski dari populasi tersebut, hanya 0,03 persen yang berprofesi sebagai musisi, namun 0,08 persen klaim asuransi untuk membiayai pengobatan yang berkaitan dengan ketulian atau gangguan pendengaran berasal dari kelompok ini.

Bahkan ketika hasil studi ini dibandingkan dengan orang-orang yang mengalami penurunan kemampuan pendengaran karena penuaan, para musisi masih memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalaminya, yaitu empat kali lebih tinggi.

Peneliti menambahkan, temuan ini menampik anggapan bahwa paparan pada suara musik yang kencang secara berulang-ulang akan meningkatkan kemampuan dan sensitivitas pendengaran seseorang.

“Data kami menunjukkan pada musisi profesional, risiko untuk kehilangan pendengaran mengungguli adanya potensi peningkatan kemampuan dengar,” tulis peneliti seperti dilaporkan The Independent.

Mereka lantas menyarankan agar setiap musisi diberi alat pelindung telinga untuk menjaga kemampuan dengarnya.


Be the first to comment

Tinggalkan Balasan