Ketum Jakmania Hajar Anggotanya Karena Memaki Viking

Ketum The Jakmania Hajar Anggotanya Karena Memaki Viking

Manis Sejagad – Kepergian Ricko Andrean Maulana mungkin saja tak akan sia-sia seperti nama-nama lainnya yang telah terlebih dahulu menghadap Sang Maha Pencipta. Karena kematian pemuda 22 tahun itu sedikit demi sedikit telah memberikan dampak positif atas rivalitas yang selama ini terjadi antara Viking dengan The Jakmania.

Beberapa waktu lalu, sebuah pemandangan indah terlihat manakala kedua kelompok suporter yang selalu berseteru itu mengikrarkan perdamaian. Mereka berdiri berdampingan sambil menyalakan lilin untuk mengenang Ricko–lengkap dengan atribut masing-masing.

Virus perdamaian pun tampaknya benar-benar berusaha dijaga masing-masing pihak. Mereka sepakat rivalitas kelewat batas itu harus segera dihentikan. Tak perlu lagi ada nyawa yang melayang hanya karena berbeda atribut.

Baca Juga : Persib VS Persija Imbang 1 – 1 Berujung Ricuh

Komitmen itu pula yang coba dijaga oleh Ketua Umum The Jakmania, Ferry Indrasjarief, manakala mendapati oknum anggotanya yang menghina Viking. Itu terjadi ketika ada sekelompok Jakmania meneriakan kata-kata makian kepada Viking ketika Persija Jakarta menghadapi Bhayangkara FC dalam lanjutan Gojek Traveloka Liga 1 di Stadion Patriot pada akhir pekan lalu.

Dalam video yang diunggah ke Youtube, terlihat beberapa remaja tanggung meneriakkan “Viking anji**” berkali-kali. Mendengar hal itu, Ferry lantas menghampiri mereka yang duduk di baris paling atas.

Tak diketahui apa yang dibicarakan Ferry kepada remaja itu. Akan tetapi, dari ekspresinya ia terlihat sangat marah sampai akhirnya menghajar muka anak muda tersebut. Tak hanya sekali, melainkan sampai dua kali.

Remaja itu tampak terkejut dengan perlakuan Ferry. Ia hanya bisa terdiam sambil menunjukkan gesture meminta maaf. Sementara, penonton di sekitarnya terlihat hanya bisa menyaksikan kejadian tersebut tanpa berbuat apa-apa.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan apapun dari Ferry terkait peristiwa tersebut.

 


Be the first to comment

Tinggalkan Balasan