Niat Merampok Anak Kecil, Seorang Pria Malah Ditembak Polisi

Manis Sejagad – Perampokan dan kajehatan saat ini kian terang-terangan, mereka bisa beraksi di tempat yang ramai sekali pun. Korbannya pun biasa siapa saja, bukan hanya orang-orang yang membawa harta banyak, anak sekolah pun bisa menjadi korbannya.

Kejadian yang berhasil terekam oleh kamera pengawas ini memprlihatkan, seorang pria yang menodongkan senjata ke arah anak-anak sekolah. Padahal saat itu keadaan sedang ramai, dan terlihat ibu-ibu yang sedang menjemput anaknya.

Namun pelaku rupanya salah alamat menodongkan senjata, karena di sana ada ibu-ibu yang sedang menjemput anaknya, yang ternyata seorang polisi wanita dan sedang menjemput anaknya. Dengan cepat, ia pun berhasil melumpuhkan pelaku.

Kejadian ini berlangsung di Sao Paulo, Brasil, yang digagalkan oleh seorang ibu yang ternyata adalah seorang polisi bersenjata yang sedang tidak bertugas.

Kamera keamanan di luar sekolah swasta di Sao Paulo, menangkap momen dramatis pada Sabtu pagi sekitar jam 8 pagi.

Baca Juga : Deadpool 2 Film Yang Bikin Move On Dari Avengers Infinity War

Petugas polisi militer Katia da Silva Sastre, langsung meringkus tangan pria bersenjata itu, yang diidentifikasi sebagai Elivelton Neves Moreira. Dan yang mengejutkannya, ia melepaskan sekitar tiga kali tembakan.

Baca Juga : Aneh, Perempatan Ini Sering Sekali Terjadi Kecelakaan

Polawan ini pun sedang dipuji sebagai pahlawan, karena keberaniannya dalam upacara oleh Gubernur Sao Paulo, Márcio França pada hari Minggu.

Meskipun tersangka meninggal pada hari yang sama di rumah sakit karena luka-lukanya, Petugas Sastre masih dipuji atas tindakannya meskipun hasilnya ‘disesalkan’.

Sastre adalah ibu dari dua anak perempuan, usia tujuh dan dua tahun. Dia telah bekerja di kepolisian selama 20 tahun, dan juga menikah dengan seorang letnan polisi.

Namun, gubernur França menyesalkan hasilnya sebagai ‘sedih dan disesalkan’.

“Tidak ideal kalau tersangka meninggal. Kami lebih suka ini tidak terjadi. Tetapi ini adalah peringatan bagi mereka yang mengambil senjata bahwa mereka dapat dibunuh karena profesional keamanan kami terlatih untuk melindungi masyarakat,” katanya.

Tinggalkan Balasan