Operasi Pemanjangan Penis, Pria Ini Meregang Nyawa

Manis Sejagad – Hasrat tak masuk akal para pria untuk meningkatkan “kejantanan” dengan cara operasi tak pernah surut dari masa ke masa. Walau banyak kasus yang berakhir kegagalan, banyak pria tak jera.

Kehidupan seorang pria asal Swedia, harus berakhir di meja operasi, saat para dokter melakukan proses pembesaran dan pemanjangan pada organ intimnya. Ia, meregang nyawa saat proses itu terjadi.

Menurut sebuah studi, hal tersebut terjadi karena adanya sel lemak berlebihan yang memicu kematiannya.

Dilansir dari laman Medical Daily, studi yang dipublikasikan dalam Journal of Forensic Sciences, meyakini adanya sel lemak tambahan yang mengalir ke paru-paru pria tersebut dan membuat pembuluh darahnya pecah. Kondisi tersebut yang memicu embolisme paru-paru dan akhirnya menyebabkan kematian pada pria 30 tahun itu.

Deskripsi kasus yang dimuat dalam Journal of Forensic Sciences itu menjelaskan bahwa dokter bedah telah menyelesaikan tindakan operasi pemanjangan dan mulai melakukan pembesaran, dengan penyuntikan dua ons cairan dari sel lemak pasien.

Baca Juga : Arab Saudi Akan Izinkan Wanita Pakai Bikini di Pantai

Baca Juga : Terlilit Hutang PT Nyonya Meneer Dinyatakan Bangkrut

Namun tiba-tiba terjadi hal yang tidak beres saat operasi.

Lemak bocor ke pembuluh darahnya dan mengalir ke paru-parunya, yang mengakibatkan emboli paru-paru serta membuat pembuluh darahnya pecah.

Pasien yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung, akhirnya mengalami serangan jantung di meja operasi.

Menurut para peneliti, kematian sebagai komplikasi dari proses pemanjangan dan pembesaran organ intim pria, sangat jarang terjadi. Namun, kehilangan nyawa saat operasi tersebut, memiliki kemungkinan yang bisa saja terjadi. Peneliti pun mengatakan, kematian itu bisa terjadi dari risiko embolisme lemak di peredaran darah.

“Komplikasi yang disebutkan hanya terlepasnya suntikan jaringan lemak dan memicu infeksi lokal,” tulis peneliti.

Meski ada upaya dari dokter untuk melakukan (CPR), pria tersebut meninggal dua jam kemudian.

 


Be the first to comment

Tinggalkan Balasan