Penjual Krim Pemutih Ini Pede Pamerkan Pantatnya

Manis Sejagad – Seorang wanita mendadak viral setelah menunjukkan bagian belakang tubuhnya di sebuah video Facebook untuk menjual krim pemutih. Akibat aksinya tersebut ia harus siap menjalani hukuman dengan dua tuduhan.

Melansir Bangkok Post Nitthakarn Nunthasuteepat dipanggil ke Divisi Polisi Perlindungan Konsumen, di distrik Laksi Bangkok pada Jumat lalu. Ia diinterogasi setelah dua pengacara menghubungi polisi untuk memperingatkan mereka tentang videonya di Facebook yang berunsur porno dan menyesatkan. Tuduhan pertama, dari Polisi Perlindungan Konsumen Thailand, adalah karena salah memberi label sebuah produk.

Pol. Kolonel Chanannat Santhawanpat, dari polisi perlindungan konsumen, mengatakan bahwa Nitthakarn dikenai tuduhan salah label karena label produk berisi beberapa rincian tentang apa yang ada di dalamnya atau cara kerjanya. Ia lantas didenda THB3,000 (US $ 94), menurut Khaosod.

Wanita tersebut juga dikenai Undang-Undang Tindak Pidana Komputer karena mengunggah gambar porno, namun diberi jaminan karena dia tidak menimbulkan risiko. Polisi juga meminta Food and Drug Administration (FDA) Thailand untuk menganalisis krim untuk zat beracun dan untuk melihat apakah produk tersebut membuat klaim yang tidak berdasar.

Baca Juga : 3 Orang Pria Ini Tidak Sengaja Merekam Diri Mereka Tenggelam

Baca Juga : Kocak, Pria Ini Pura-Pura Wudhu Saat Terpergok Minum Saat Puasa

Tersangka mengatakan bahwa dia telah mempromosikan produk secara online selama lebih dari satu tahun untuk meningkatkan penjualan. Pengacaranya juga mengatakan bahwa ia tidak melakukan kesalahan karena ia hanya menunjukkan bagian tubuhnya tersebut dan krim yang dipromosikannya disetujui oleh FDA.

Dia juga menjelaskan bahwa dia adalah seorang ibu tunggal, yang membiayai dirinya sendiri, anak perempuannya, dan ibunya.

Seorang profesor biologi Universitas Chulalongkorn berbicara kepada media untuk memperingatkan pelanggan potensial tentang bahaya produk pemutih yang banyak beredar.

Dr. Jetsuda Denduangboriphan mengatakan kepada Daily News bahwa krim ini berbahaya bagi kesehatan pengguna dan seringkali mengandung merkuri, zat beracun. Ia juga memperingatkan bahwa, sementara orang mungkin mendapatkan hasil pada awalnya, namun akan berujung pada masalah kesehatan nantinya.


Be the first to comment

Tinggalkan Balasan