Ratusan WNI ISIS Tertangkap di Turki

Ratusan WNI ISIS Tertangkap di Turki

Ratusan WNI masuk dalam daftar jumlah militan asing ISIS yang ditangkap di Turki. Bahkan, Indonesia menduduki peringkat kedua terbanyak di dunia dengan jumlah militan asing ISIS yang ditangkap di Turki sebanyak 804 orang.

Melihat fenomena tersebut DPR berharap pemerintah segera mengambil tindakan tegas. Pimpinan DPR berharap pemerintah juga memikirkan upaya pencegahan atas aksi radikal tersebut.

“Saya berharap pemerintah bisa menemukan langkah komprehensif dari hulu ke hilir. Terkait pencegahan dan penindakan terhadap mereka yang terlibat dalam aksi-aksi radikal. Dalam hal ini radikal kanan,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid.

Meutya mengatakan kegiatan yang bertujuan memberantas radikalisme dan terorisme juga harus semakin digalakkan. Hal itu sebagai bentuk pencegahan menyebarnya radikalisme di daerah-daerah mengingat warga Indonesia sangat mudah untuk ikut ke arah paham tersebut.

“Pemerintah harus mengambil langkah menyeluruh bukan hanya sektoral. Program-program deradikalisasi itu harus semakin dikuatkan. Upayanya harus berbarengan antara penindaklanjutan dengan pencegahan,” ujar Meutya.

“Jadi apa yang sudah terjadi harus diantisipasi dan di saat bersamaan upaya-upaya pencegahan juga harus dilakukan,” tegasnya.

Ketua DPP Partai Golkar ini juga mengimbau para orang tua agar memantau pergaulan anak. Apalagi anak-anak rentan menjadi sasaran utama radikalisme.

“Imbauan saya pada para orang tua karena di beberapa tempat seperti Medan yang terlibat dalam tindakan. Misalnya upaya bom bunuh diri melibatkan anak usia belasan tahun, ya rata-rata pelaku percobaan bom bunuh diri itu 20 tahun sampai 23 tahun. Artinya pencegahan sangat lemah karena mereka itu saya yakin berhasil direkrut pada usia sangat muda,” lanjutnya.

Ia mengingatkan agar pemerintah bergerak cepat untuk memberantas ‘pembibitan’ ini. Ideologi Pancasila harus ditularkan secara masif.

“Kita nggak boleh kalah cepat dalam menyebarkan pengaruh tersebut, jadi pengaruh Pancasila harus ditularkan dengan cara masif. Terstruktur dan tersistem karena mereka juga melakukan dengan cara tersistem jadi kita harus lawannya juga begitu,” tegasnya Meutya.

Data dari Kementerian Dalam Negeri Turki seperti dilansir media Australia. News.com.au, Sabtu (15/7), dari total 4.957 militan asing ISIS yang ditangkap di Turki. Warga Rusia adalah yang terbanyak di dunia, yakni 804 orang. Diikuti kemudian warga Indonesia yang berjumlah 435 orang.

Dituliskan News.com.au, pejabat-pejabat penegak hukum Australia telah lama prihatin akan jumlah warga Indonesia yang bertempur bersama ISIS di Suriah dan kembali ke Indonesia serta berbaur kembali ke masyarakat dengan bebas.

“Jumlah warga Indonesia anggota ISIS yang ditangkap diTurki benar-benar membingungkan dan merupakan kejutan besar karena mereka nomor 2.” Ujar CEO of GlobalStrat, perusahaan konsultasi keamanan dan risiko geopolitik, Olivier Guitta, Sabtu (15/7).

 


Be the first to comment

Tinggalkan Balasan